Pemakaian air untuk kebutuhan rumah-tangga tidaklah sedikit. Justru disinilah kerap ditemukan terjadinya pemborosan. Oleh karena itu, banyak kalangan yang mengatakan bahwa pola pemakaian air untuk rumah tangga ini harus diubah, antara lain:
Anda dapat menyiasati penggunaan air dengan menampung air yang sekiranya mencukupi kebutuhan selama sehari penuh ke dalam beberapa ember. Cara ini cukup efektif untuk menanggulangi kemungkinan adanya air yang terbuang saat mencuci piring, misalnya dari kucuran air ledeng.
Gunakanlah mesin cuci yang memiliki kelebihan untuk menghemat air. Hal ini pun telah disadari sepenuhnya oleh produsen mesin cuci, yang tidak saja dapat menghemat air tapi juga menghemat pemakaian listrik.
Perbaikilah setiap kebocoran pada kran ataupun toilet. Pada toilet yang bocor, diperkirakan sekitar 52.800 galon air per tahun telah terbuang percuma. Pada model toilet yang lama, gunakan botol plastic yang terisi air di dalam tank. Hal ini dapat menghemat air hingga 11 galon per harinya.

Matikan air kran saat menggosok gigi atau mencukur. Tanpa disadari, hal ini telah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Padahal, dengan mematikan air saatmelakukan kegiatan ini dapat menghemat air sebanyak empat gallon per menitnya.
Anda juga dapat menggunakan air bekas mencuci beras atau sayur untuk menyiram tanaman. Bahkan untuk beberapa jenis tanaman, air tajin tersebut dapat memberikan keuntungan tersendiri.
Berikan jerami atau rumputan sebagai pupuk pada tanaman Anda untuk membatasi terjadinya penguapan air. Dengan begini, Andapun tak perlu terlalu sering menyirami tanaman di rumah.
Bila ingin menyirami tanaman, sebaiknya lakukanlah di pagi atau sore hari saat suhu udara tidak tinggi untuk meminimalkan proses penguapan air.
Menggunakan shower yang disetel pada daya pancur sedang akan menghemat air hingga gallon per menit, bila dibandingkan dengan berendam di bath tub atau menggunakan gayung saat mandi.
